
Cara SMH, seorang guru SMP Negeri 2 Karimun dalam mendidik seorang siswinya berinisial Ad (14), berujung musibah.
Ad dirawat selama 4 hari di RSUD Karimun usai menjalani hukuman fisik berupa push up sebanyak seratus kali. Bahkan Ad sempat menjalani operasi setelah mengeluhkan sakit di bagian pinggulnya.
Siswi Kelas VII/D SMP Negeri 2 Karimun di Bukit Senang, Kecamatan Karimun itu dihukum SMH gara-gara ketahuan tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mata pelajaran Matematika.
Siti Robiah, ibu Ad kepada anggota DPRD Karimun asal Fraksi Gerindra, Zaizulfikar di kamar 519 RSUD Karimun menuturkan kejadian yang menimpa anak kedua dari lima bersaudara itu berlangsung Senin (27/10/2014) lalu.
Wanita yang ditinggal suami untuk selamanya itu mengaku, saat itu anaknya memang dalam kondisi kurang enak badan.
api apakah Ad menceritakan kepada gurunya, bahwa tengah kurang enak badan atau tidak saat hendak menjalani hukuman tersebut, Siti tidak mengetahui.
“Yang saya tahu, Ad mengeluh sakit terutama di bagian pinggulnya sesampainya di rumah. Khawatir, lalu saya bawa berobat ke sini (RSUD Karimun, red). Kata dokter ada gumpalan darah atau apalah, saya kurang paham juga, di bagian pinggulnya dan sekitar dua hari lalu dioperasi,” kata Siti Robiah, Jumat (31/10/2014) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Ad yang ditemui saat masih di RSUD Karimun, tampak lebih banyak diam. Ia terkesan malu dan menyembunyikan kepalanya dengan bantal ketika wartawan mencoba mewawancarainya.
Sebelum dibawa berobat ke RSUD, Ad kabarnya sempat dibawa dulu ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) karena kelelahan usai menjalani hukuman push up seratus kali.
Kepala SMP Negeri 2 Karimun, Ruslan yang ditemui mengaku belum mendengar utuh kronologis dugaan Ad jatuh sakit sampai dirawat 4 hari karena tidak ada yang melaporkan kejadian tersebut kepadanya.
Ia juga mengaku belum bertemu dengan Ad maupun SMH. Ia baru tahu sekilas dan itupun setelah ada wartawan menghubunginya.
“Saya belum bisa berkomentar banyak karena saya belum dengar ceritanya bagaimana, tak ada yang bilang. Guru yang bersangkutan juga saya belum bertemu, mungkin besok lah saya panggil. Saya taunya baru sepintas dan itupun dari wartawan yang menghubungi saya belum lama ini melalui telepon,” ujar Ruslan santai.
Sumber: tribunnews.com
0 komentar:
Posting Komentar